
Pelayan yang beruntung adalah Haris Hilmawan Jundani yang juga seorang al-Hafiz. Arwah Haris juga seorang sukarelawan yang melakukan perjalanan ke tempat lain dengan tujuan menjadi pengkhotbah lepas.
Seorang pria yang juga teman sekolah Ma'had Aly An-Nu'aimy Jakarta dan juga Ma'had Tahfiidzul Qu'ran Saalim 'Awwad Al-Jandal menceritakan bahwa semangat orang yang sangat sopan.
"Dia juga murid Al-Qur'an terbaik dan tercepat al-Quran di ma'had kita Dahulu kala kami mendaki gunung dan roh-roh tersebut menurunkan sampah yang dikumpulkannya di puncak gunung, "katanya.
Seperti itu adalah perintah dan juga saran terakhir yang ditulis oleh roh untuk kenalan dekatnya. Maaf ditulis dalam bahasa Indonesia karena rohnya adalah orang-orang di sana. Paragraf adalah asli dan tidak ingin dimodifikasi.
"Sudah selesai yang Anda miliki dengan pembacaan dan penghafiran Anda. Mungkin hanya ada satu kekurangan dari apa yang dapat Anda lakukan dan apa yang dapat Anda hafalkan untuk bangsamu?
"Jika perlu, pergi seperti Hamas Al-Barqi (teman sekelas saya di Al-Kahf dan teman sekelas Al-Marhum dari MA Ma'ahid ke Nu'aimy) yang melakukan perjalanan dakwah ke Pulau Irian dan membuktikan kewajibanmu kepada agama mulia ini "
Allahu. Tidak semua manusia diberi kesempatan untuk pergi kepada-Nya dalam keadaan yang manis. Al fatihah untuk roh. Semoga Tuhan meletakkannya di surga tertinggi

0 comments:
Post a Comment